KETIKA AHLI IBADAH JATUH CINTA
- Abdurrahman bin Ammar dikenal sebagai seorang ahli ibadah di Makkah. Sebagai manusia biasa, beliau pernah tergoda dan jatuh cinta kepada seorang sahaya, namanya Sulamah az-Zarqa’. Sulamah merasa sangat tersanjung dengan hal itu. Hingga, pada suatu hari, Sulamah mengajak Abdurrahman bertemu. Beliau pun menemuinya. Dalam pertemuan singkat itu, mereka sama-sama menyatakan cintanya. Syahdan, Sulamah mengajak Abdurrahman untuk bermesraan dan memadu kasih di antara mereka.
- Abdurrahman ketakutan. Beliau langsung menolak dan berkata, “Demi Allah tidak. Aku mendengar Allah berfirman dalam Kitab-Nya yang mulia:
- الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ
- “Pada hari itu, para kekasih menjadi musuh satu sama lain, kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS az-Zukhruf: 67)
- “Sulamah, aku tidak ingin cinta kita berubah menjadi permusuhan kelak di akhirat.”
- Setelah itu, Abdurrahman segera bangkit bergegas dengan air mata terus berderai. Beliau langsung bertobat dan berusaha sekuat tenaga melupakan cintanya. Beliau kembali menekuni suluk dan ibadah, melebihi hari-hari sebelumnya, hingga ajal menjemput sang jiwa mulia ini. | Ibnu al-Jauzi dalam Akhbar an-Nisa'
0 komentar:
Posting Komentar