Our social:

Latest Post

Kamis, 24 Maret 2016

Anda berhasil mendidik anak jika 10 ciri ini sudah ia miliki

  • Menjadi orangtua bukanlah tanggung jawab mudah,
    sebab orangtua dituntut harus bisa menjadi contoh
    agar nantinya anak-anak tidak mengalami krisis keteladanan.
    Namun, selama ini pernahkah Anda bertanya dalam hati,
    "Sudahkan saya berhasil mendidik anak?".
    • Ada banyak hal harus dilakukan oleh orangtua sebelum bisa diakui telah berhasil mendidik anak, hal ini pulalah yang harus segera Anda pahami agar kelak tidak menyesalinya. Sebuah pepatah mengatakan, "Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya" mungkin bisa Anda jadikan sebagai pedoman. Betapa tidak, karakter seorang anak sesungguhnya mencerminkan dengan jelas bagaimana pola didik orangtuanya, apakah si anak tumbuh menjadi anak yang baik atau justru sebaliknya? Maka dari itu, mari kita simak bersama beberapa ciri orangtua yang telah berhasil mendidik anak.
  • 1. Anak patuh kepada orangtua

    Setiap anak yang dibesarkan dengan penuh kasih sayang jarang tumbuh menjadi pribadi pembangkang. Anak-anak demikian biasanya tidak merasa kesulitan ataupun merasa terbebani ketika harus mematuhi perintah dari kedua orangtuanya.
  • 2. Anak komunikatif

    Setiap orangtua boleh merasa bahagia jika anak-anak aktif berkomunikasi, itu tandanya anak-anak menganggap orangtua sebagai sahabat dekat dan bukan sebagai musuh yang harus ditakuti ataupun dihindari.
  • 3. Tutur kata anak halus dan sopan

    Umumnya setiap anak belajar dengan cara mencontoh. Oleh karena itu, jika tiba-tiba anak mengucapkan kata-kata kasar atau tidak sopan, maka sebaiknya Anda merasa khawatir dan segera mengevaluasi kembali pola asuh Anda agar hal tersebut jangan sampai menjadi sebuah kebiasaan.
  • 4. Anak mudah bersosialisasi

    Anak yang mudah bersosialisasi dan tidak pemalu adalah ciri-ciri berikutnya. Anak-anak demikian biasanya sangat dekat dengan orangtua, melalui dukungan serta nasIhat dari kedua orangtuanya rasa percaya diri anak pun tumbuh.
  • 5. Anak tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif

    Ketika anak telah beranjak remaja seringkali orangtua merasa khawatir dengan pergaulan mereka. Namun, melalui nilai-nilai moral yang telah diajarkan sejak dini mereka akan tumbuh dengan kepribadian kuat sehingga tidak akan mudah terpengaruh hal-hal negatif.
  • 6. Anak merasa bahagia

    Karena keluarga harmonis dan orangtua sangat mendukung anak akan cenderung merasa bahagia. Rasa bahagia anak bisa ditunjukkan ke dalam berbagai hal seperti semangat beraktivitas, tubuh sehat, tidak mengalami stres, dan sebagainya.
  • 7. Anak berprestasi

    Fungsi orangtua tidak sekedar untuk mengasuh, tapi juga membantu anak supaya bisa berprestasi. Oleh karena itu, melihat prestasi anak-anak di sekolah bisa Anda gunakan untuk mengukur keberhasilan dalam mendidik mereka.
  • 8. Emosi anak stabil

    Ketika sedang menghadapi masalah rumit seringkali anak akan cenderung cepat putus asa. Namun, jika emosi anak Anda stabil dan dia mampu mengendalikan amarahnya, maka sebagai orangtua Anda harus berbangga hati karena pola didik Anda selama ini telah tertanam dengan baik di dalam benaknya.
  • 9. Anak penuh kasih dan bersedia berbagi

    Anak yang penuh kasih dan mau berbagi baik dengan saudaranya ataupun orang lain menunjukkan bahwa apa yang telah Anda ajarkan selama ini mampu ia pahami dengan baik. Anak-anak demikian umumnya melihat segala sesuatu melalui kacamata persaudaraan.
  • 10. Kehidupan rohani anak kuat

    Selain hal-hal duniawi orangtua perlu mengajarkan kepada anak-anak betapa pentingnya memiliki kehidupan rohani yang kuat. Kehidupan rohani inilah yang akan menjadi benteng bagi anak ketika menghadapi godaan yang dapat menjerumuskannya ke dalam perbuatan-perbuatan negatif. Ketika orangtua berhasil meletakkan dasar kehidupan rohani yang baik, maka anak-anak akan terbiasa berkata jujur, menghindari pertengkaran, tidak berdusta, dan sebagainya.

Senin, 14 Maret 2016

RAHASIA TAKDIR



  • Seorang raja berburu, ditemani seorang ajudannya. Ajudan tersebut sangat percaya dengan takdir, dan selalu berbaik sangka kepada Allah. Apapun yang terjadi, dia selalu berkata, “Semua keputusan Allah adalah baik.”
  • Saat itu, raja hendak memakan bekal apel yang dibawanya. Ketika hendak menguliti apel tersebut, pisaunya mengenai salah satu jari, hingga terputus. Raja mengaduh, tapi si ajudan tetap berkata, “Maaf Baginda, barangkali itulah yang lebih baik bagi Baginda.”
  • Kontan saja si raja murka. “Goblok, kebaikan apa, hah!?” bentaknya dengan penuh berang. Sepulang berburu, raja langsung memerintahkan agar si ajudan dipenjara. Ketika hendak memasuki penjara, seperti biasa ajudan itu tetap berkata, “Barangkali inilah yang terbaik bagiku.”
  • Beberapa hari kemudian, si raja kembali berburu. Kali ini, dia tidak ditemani siapapun. Sial, ketika sedang berburu seekor kelinci, dia ditangkap oleh sekelompok suku pedalaman, para pemuja berhala. Mereka hendak menjadikan raja tersebut sebagai tumbal pemujaan. Mereka membawanya kepada kepala suku. Setelah memeriksa tubuh raja tersebut, si kepala suku itu berkata, “Orang ini tidak bisa dibuat tumbal, karena jarinya ada yang putus.” Maka, mereka pun melepas sang raja.
  • Betapa bersyukurnya sang raja. Dia segera bergegas pulang, dan sesampai di istana hal pertama yang dilakukannya adalah membebaskan sang ajudan. Pertama kali bertemu, raja itu langsung berkata, “Ternyata benar katamu. Aku sangat percaya dengan kebaikan takdir. Terputusnya jariku membawa kebaikan yang sangat besar. Aku selamat dari kematian gara-gara ada jariku yang terputus. Namun, aku masih penasaran, kebaikan apa yang tersimpan di balik nasibmu dipenjara?”
  • Ajudan itu langsung menyahut, “Kebaikan yang tidak kalah besar bagiku wahai Baginda. Seandainya Baginda tidak memenjaraku, sudah pasti aku yang akan menjadi tumbal para pemuja berhala itu.”
*****
Allah berfirman dalam Hadis Qudsi:


أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِيْ بِيْ


“Aku tergantung dugaan hamba-Ku terhadap-Ku.”


 (HR al-Bukhari dan Muslim)

KETIKA AHLI IBADAH JATUH CINTA



  • Abdurrahman bin Ammar dikenal sebagai seorang ahli ibadah di Makkah. Sebagai manusia biasa, beliau pernah tergoda dan jatuh cinta kepada seorang sahaya, namanya Sulamah az-Zarqa’. Sulamah merasa sangat tersanjung dengan hal itu. Hingga, pada suatu hari, Sulamah mengajak Abdurrahman bertemu. Beliau pun menemuinya. Dalam pertemuan singkat itu, mereka sama-sama menyatakan cintanya. Syahdan, Sulamah mengajak Abdurrahman untuk bermesraan dan memadu kasih di antara mereka.
  • Abdurrahman ketakutan. Beliau langsung menolak dan berkata, “Demi Allah tidak. Aku mendengar Allah berfirman dalam Kitab-Nya yang mulia:
  • الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ
  • “Pada hari itu, para kekasih menjadi musuh satu sama lain, kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS az-Zukhruf: 67)
  • “Sulamah, aku tidak ingin cinta kita berubah menjadi permusuhan kelak di akhirat.”
  • Setelah itu, Abdurrahman segera bangkit bergegas dengan air mata terus berderai. Beliau langsung bertobat dan berusaha sekuat tenaga melupakan cintanya. Beliau kembali menekuni suluk dan ibadah, melebihi hari-hari sebelumnya, hingga ajal menjemput sang jiwa mulia ini. | Ibnu al-Jauzi dalam Akhbar an-Nisa'

Hamil Karena Takut Mati



  • Dahulu ada seorang laki-laki mengadukan sebuah problem pada seorang tabib; bahwa istrinya mandul. Maka tabib itu memeriksa denyut urat nadi istrinya, lalu berkata, “Tidak ada gunanya engkau diberi obat beranak, sebab engkau akan mati empat puluh hari lagi, itu dilihat dari denyut urat nadimu”
  • Gemetarlah wanita yang menurut suaminya mandul itu karena susah dan ketakutan. Dia tidak makan dan tidak minum beberapa hari hingga menjadi kurus.
  • Empat puluh hari telah berlalu namun kenapa istrinya belum juga meninggal seperti pernyataan tabib, maka bergegaslah si lelaki pergi menemui sang tabib dan menanyakan kenapa istrinya masih hidup.
  • Tabib menjawab, “Aku tahu kamu akan bertanya-tanya, sekarang gaulilah istrimu nanti ia akan memiliki anak” “Mengapa demikian?” Si lelaki heran. “Aku lihat dia sangat gemuk, lemak telah menutupi mulut rahimnya. Aku tahu bahwa dia tidak akan kurus selain dengan takut mati. Maka aku takut-takuti dia dengan kematian, dan hilanglah halangan dari beranak” jawab tabib.
~ Disarikan dari: Ihyâ Ulûmiddin, juz 1, hal. 129,


Sabtu, 12 Maret 2016

Aab Faqoth






Jumat, 11 Maret 2016

Lelaki tangguh dari pulau garam


IBRAH 

  • Seorang pemuda yang dikenal saleh ditanya oleh temannya, "Berapa waktu yang kau butuhkan untuk sampai ke tempat kerja?" Dia menjawab, "Kira-kira 800 kali bacaan tasbih." Subhanallah................
  • Rasulullah saw bersabda:
سبعة يظلهم الله في ظله، يوم لا ظل إلا ظله
"Ada tujuh orang yang akan mendapatkan tempat teduh dari Allah pada hari tidak ada tempat teduh lagi selain tempat teduh-Nya."

  • Di antara tujuh orang itu, beliau menyebutkan:
وشاب نشأ في عبادة الله
"Dan pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah.